adalah satu-satunya sumber
kebahagiaanku.
Karena semua selain Engkau
adalah bentuk,
tapi hanya Engkau yang sungguh Haqq.
Jangan pernah pisahkan aku
dari-Mu,
karena tak mungkin
sebuah kapal berlayar
tanpa air.
Aku sebuah kitab yang cacat,
tapi ketika Engkau yang membaca,
Kau pulihkan aku.
Yusuf selamat [1]
walau dikepung seratus serigala
ketika Engkau yang menjadi gembala.
Setiap kali Engkau bertanya,
"Bagaimana kabarmu?"
wajahku memucat
dan air-mataku bercucuran.
Ke dua hal itu hanya lah tanda
bagi mereka yang kasar dan rendah;
apa lah artinya tanda-tanda bagi-Mu,
yang tak memerlukan satu pun tanda.
Kau dengar bisikan tak terucapkan,
Kau baca niat tak tertulis.
Kau perlihatkan visi
di luar tidur;
tanpa air
Kau perjalankan kapal.
Wahai diriku: diam lah,
karena dari ketiadaan telah tiba sabda,
"Kau tak dapat melihat Ku." [2]
Post a Comment Disqus Facebook